AsliDomino -Masing-masing obat memiliki karakteristik, termasuk waktu penggunaannya. Ada obat yang harus diminum pada pagi hari, ada pula yang dikonsumsi pada malam hari. Mayoritas obat diminum setelah makan, tetapi ada juga yang aturan minumnya adalah sebelum makan, atau saat makan.

Apa alasannya waktu minum obat bisa berbeda-beda? Apakah karena obat tidak memberikan efek ketika waktu penggunaan tidak tepat atau malah berbahaya? Simak penjelasannya di bawah ini.

1.Indikasi atau efek yang ingin di timbulkan dari suatu penggunaan obat hanya efektif pada waktu tertentu.

Contoh obat yang waktu penggunaannya sangat berpengaruh pada indikasi yang diinginkan dari obat tersebut adalah obat-obatan kolesterol atau hiperlipidemia.

Menurut sebuah laporan berjudul “Peran Growth Hormone Terhadap Metabolisme Lipid” yang diterbitkan jurnal MEDICINA tahun 2012, obat-obatan untuk penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah ini umumnya digunakan pada malam hari. Ini karena pelepasan kolesterol dalam tubuh terjadi pada malam hari.

2.Menghindari efek samping 

Efek samping yang muncul jika obat tidak digunakan pada waktu yang tepat sangat bervariasi, khususnya karena karakteristik obat itu sendiri.

3.interaksi obat dengan makanan , minuman atau obat lainnya.

Menurut DrugBank, ada beberapa obat yang bisa berinteraksi dengan makanan, misalnya captopril dan ampisilin. Penggunaan obat tersebut bersama dengan makanan akan memengaruhi kemampuan absorbsi atau penyerapannya. Oleh karena itu, obat-obatan tersebut digunakan sebelum makan.

4.Waktu paruh obat

Waktu paruh obat adalah waktu yang dibutuhkan dari konsentrasi atau jumlah obat dalam tubuh tereduksi menjadi separuhnya. Hal ini berkaitan dengan kadar dalam plasma. Semakin cepat suatu obat tereduksi dari plasma, semakin kecil waktu paruhnya.

5.Bentuk sediaan obat

Umumnya hal ini terjadi pada obat-obatan non konvensional, misal tablet lepas lambat. Meskipun secara umum bentuk obat ini sama dengan tablet konvensional lainnnya, tetapi penggunaan obat ini berbeda.

Bila tablet konvensional dalam sehari bisa dikonsumsi lebih dari sekali, tablet lepas lambat bisa diatur sedemikian rupa, sehingga dosis yang seharusnya lebih dari sekali dalam sehari bisa dibuat dalam satu sediaan.

6.Meningkatkan kepatuhan pasien

Selain faktor intrinsik dari sediaan farmasi, salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan keberhasilan terapi adalah kepatuhan pasien. Sebaik apa pun bentuk sediaan obat, manfaatnya jadi tidak akan dirasakan jika pasien tidak patuh atau minum obat asal-asalan.AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *