AsliDomino  – Pernahkah kamu mendengar fenomena Raynaud? Juga dikenal sebagai sindrom Raynaud atau penyakit Raynaud, ini merupakan kelainan pembuluh darah yang biasanya menyerang area jari tangan dan jari kaki.

Menurut keterangan dari AGEN POKER ONLINE TERBAIK, fenomena Raynaud memengaruhi 5-10 persen penduduk Amerika Serikat (AS). Namun, hanya 1 dari 10 orang yang berusaha mencari pertolongan medis.

Selain itu, disebutkan pula bahwa perempuan lebih berisiko mengalami kondisi ini ketimbang laki-laki.

1. Jenis-jenis fenomena Raynaud

Melansir Mayo Clinic dan WebMD, terdapat dua kondisi utama fenomena Raynaud, yaitu:

  • Raynaud primer (penyakit Raynaud): terjadi tanpa masalah medis lain yang menyertai dan gejala biasanya ringan. Pasien kebanyakan memutuskan untuk tidak mencari pengobatan medis karena kondisi bisa mereda dengan sendirinya. Raynaud primer biasanya muncul pada usia antara 15-25 tahun.
  • Raynaud sekunder (sindrom Raynaud atau fenomena Raynaud): terjadi sebagai konsekuensi masalah medis lain yang mendasari. Raynaud sekunder sering kali menyerang jaringan ikat tubuh misalnya akibat lupus atau reumatoid artritis. Kasus jenis ini lebih jarang terjadi, tetapi cenderung menyebabkan masalah kesehatan serius. Kondisi ini umum terjadi pada kisaran usia 35-40 tahun.
2. Gejala yang dapat ditunjukkan

Melansir AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA, gejala paling umum fenomena Raynaud ditunjukkan dengan perubahan warna kulit (putih pucat sampai biru), sedingin es, kesemutan, dan mati rasa di area jari tangan, jari kaki, telinga, bahkan hidung saat pembuluh darah yang membawa darah ke ekstremitas (anggota gerak) tersumbat.

Pasien dengan fenomena Raynaud primer biasanya merasakan penurunan suhu tubuh di daerah yang terdampak dengan sedikit sensasi nyeri.

3. Dari penyebab yang masih belum jelas hingga kondisi medis tertentu

Pada fenomena Raynaud sekuder, biasanya berhubungan dengan kondisi medis atau gaya hidup yang memengaruhi pembuluh darah atau jaringan ikat, meliputi:

  • Kebiasaan merokok.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti beta-blocker dan amfetamin.
  • Orang dengan hobi atau pekerjaan yang berhubungan dengan gerakan berulang seperti mengetik, bermain gitar atau piano, dan bekerja menggunakan alat getar (jackhammer) lebih berisiko.
  • Penyakit autoimun seperti lupus, skleroderma, reumatoid artritis, atau sindrom Sjögren.
  • Sindrom carpal tunnel.
  • Radang sendi.
  • Aterosklerosis.
4. Diagnosis

Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, meliputi pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan pasien, dan tes darah.

Dokter juga akan bertanya terkait gejala, hobi, dan kebiasaan yang dilakukan pasien. Untuk membedakan fenomena Raynaud primer dan sekunder, dokter dapat melakukan kapileroskopi.

Pasien dengan Raynaud sekunder cenderung memiliki pembuluh darah yang membesar atau berubah bentuk di dekat lipatan kuku. Berbeda dengan Raynaud primer, di mana pembuluh kapiler sering tampak normal ketika vasospasme tidak terjadi.

5. Pengobatan yang direkomendasikan dokter

Setelah diagnosis ditetapkan, pasien dapat menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan. Langkah sederhana yang mungkin akan disarankan dokter adalah melakukan perubahan gaya hidup yang merupakan kunci pengobatan fenomena Raynaud.

Pasien harus menghindari penggunaan zat seperti produk nikotin dan kafein yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Rajin berolahraga dapat mencegah atau mengurangi intensitas beberapa serangan, meningkatkan sirkulasi, dan mengelola stres.

6. Faktor risiko hingga komplikasi

beberapa faktor risiko fenomena Raynaud primer antara lain:

  • Jenis kelamin: perempuan disebut-sebut lebih sering mengalaminya ketimbang laki-laki.
  • Usia: fenomena Raynaud primer sering terjadi pada usia 15-30 tahun.
  • Iklim: orang-orang yang tinggal di iklim yang lebih dingin lebih berisiko mengalami fenomena Raynaud.
  • Riwayat keluarga.

Sementara faktor risiko untuk fenomena Raynaud sekunder meliputi:

  • Kondisi medis terkait seperti skleroderma dan lupus.
  • Pekerjaan tertentu yang menyebabkan trauma berulang, seperti alat yang bergetar.
  • Paparan zat tertentu, termasuk merokok dan mengonsumsi obat yang memengaruhi pembuluh darah, serta terpapar bahan kimia tertentu (vinil klorida).

Jika kamu merasa mengalami indikasi gejala yang mengarah pada fenomena Raynaud, lebih baik konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *