AsliDomino – Kram perut saat menstruasi merupakan kondisi umum pada perempuan. Kondisi yang istilah medisnya adalah dismenorea ini ditandai dengan kram di perut bagian bawah saat menstruasi atau haid. Jenisnya ada dua, yaitu dismenorea primer dan sekunder.

Nyeri yang terjadi sebelum atau saat periode haid merupakan dismenorea primer, sementara dismenorea sekunder merupakan nyeri atau kram perut yang terjadi akibat masalah kesehatan tertentu yang mendasarinya.

Walaupun nyeri haid umum terjadi, tetapi bila nyerinya parah, ini bisa membawa ketidaknyamanan bagi perempuan bahkan bisa mengganggu aktivitas harian setiap bulannya. Nah, inilah yang perlu diwasapadai, terlebih bila disertai gejala lain yang tidak biasa.

1. Penyebab kram menstruasi

6 Fakta Kram Menstruasi, Bisa Disebabkan Masalah Kesehatan Tertentu

Pada hari pertama menstruasi, tingkat prostaglandin tinggi. Saat perdarahan berlanjut dan lapisan rahim luruh, kadarnya turun. Inilah penyebab nyeri berkurang setelah beberapa hari pertama menstruasi. Makin tinggi tingkat prostaglandin, makin intens kram yang dirasakan.

Penjelasan di atas merupakan penyebab dari dismenorea primer. Sementara itu, dismenorea sekunder dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, yang dilansir Healthline dapat meliputi:

  • Premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi: perempuan pasti sudah tak asing lagi dengan kondisi ini. PMS adalah kondisi yang umum terjadi karena perubahan hormonal yang terjadi 1-2 minggu sebelum haid. Selain perubahan suasana hati, PMS juga dapat menyebabkan kram perut mirip nyeri menstruasi.
  • Endometriosis: kondisi ketika sel-sel dari lapisan rahim tumbuh di bagian tubuh lain seperti saluran tuba, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul.
  • Fibroid rahim: fibroid adalah tumor nonkanker yang dapat menekan rahim dan menyebabkan menstruasi serta nyeri yang tidak normal, meskipun kondisi ini kerap tidak menunjukkan gejala.
  • Penyakit radang panggul: merupakan infeksi yang terjadi pada rahim, saluran tuba, atau ovarium yang sering disebabkan oleh bakteri menular seksual.
  • Adenomiosis: kondisi langka yang terjadi ketika lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim, menyebabkan peradangan, tekanan, dan nyeri.
  • Stenosis serviks: merupakan kondisi langka ketika serviks berukuran sangat kecil atau sempit, sehingga aliran menstruasi menjadi lebih lambat. Imbasnya, tekanan dalam rahim dapat meningkat, sehingga menyebabkan rasa sakit.

2. Gejala kram menstruasi

6 Fakta Kram Menstruasi, Bisa Disebabkan Masalah Kesehatan Tertentu

Kram menstruasi merupakan kondisi yang ditandai dengan nyeri berdenyut atau kram di perut bagian bawah, tepatnya di atas tulang panggul, mengutip Medical News Today. Gejala lainnya juga bisa muncul, seperti:

  • Nyeri di punggung bawah dan paha
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat
  • Pingsan dan pusing
  • Diare
  • Sembelit
  • Kembung
  • Sakit kepala

Bila gejala-gejala di atas semakin parah atau memburuk, lalu terdapat gumpalan darah yang besar, atau nyeri dirasakan tak hanya saat menstruasi, sebaiknya ini diperiksakan ke dokter.

3. Faktor risiko kram menstruasi

6 Fakta Kram Menstruasi, Bisa Disebabkan Masalah Kesehatan Tertentu

Walau kram menstruasi dianggap wajar, tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko nyeri yang parah. Berbagai masalah kesehatan yang menyebabkan kram menstruasi sekunder juga akan memperparah nyeri.

Beberapa faktor risiko lainnya dapat mencakup:

  • Mengalami stres atau depresi
  • Berusia di bawah 30 tahun, terutama di bawah usia 20 tahun
  • Mengalami menstruasi yang berat
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kondisi kram menstruasi
  • Merokok
  • Pola makan yang buruk
  • Kegemukan atau obesitas
  • Penyintas pelecehan seksual

Sebaliknya, ada pula beberapa faktor yang dapat mengurangi risiko kram menstruasi, yakni:

  • Usia yang lebih tua
  • Telah melahirkan atau sudah sering melahirkan
  • Penggunaan pil KB

4. Kram menstruasi primer tidak menyebabkan komplikasi

6 Fakta Kram Menstruasi, Bisa Disebabkan Masalah Kesehatan Tertentu

Biasanya kram menstruasi tidak berbahaya dan tidak menyebabkan komplikasi, meski memang keluhan ini bisa mengganggu aktivitas seperti belajar, bekerja, dan hubungan sosial.

Akan tetapi, dismenorea sekunder akibat kondisi kesehatan tertentu bisa membawa beberapa komplikasi. Misalnya, endometriosis dapat menyebabkan masalah kesuburan, atau penyakit radang panggul bisa menyebabkan luka pada saluran tuba sehingga meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

5. Diagnosis kram menstruasi

6 Fakta Kram Menstruasi, Bisa Disebabkan Masalah Kesehatan Tertentu

Untuk mencari tahu penyebab yang mendasari kram menstruasi, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul untuk memeriksa kelainan pada sistem reproduksi dan mencari tanda-tanda infeksi.

Bila mencurigai kondisi medis tertentu, dokter akan menyarankan tes seperti USG, tes pencitraan termasuk CT scan atau MRI scan, atau laparoskopi untuk memastikan penyebab kram perut yang dialami pasien.

6. Perawatan kram menstruasi

6 Fakta Kram Menstruasi, Bisa Disebabkan Masalah Kesehatan Tertentu

Kram perut saat haid yang ringan bisa diredakan dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti aspirin, asetaminofen, ibuprofen, atau naproxen.

  • Beristirahat
  • Menghindari makanan yang mengandung kafein dan garam
  • Menghindari tembakau dan alkohol
  • Melakukan pijat pada punggung bagian bawah dan perut
  • Mengonsumsi suplemen makanan
  • Mengelola stres
  • Akupunktur atau akupresur

Perempuan yang berolahraga secara teratur biasanya lebih sedikit mengalami nyeri haid. Karenanya, menjadikan olahraga sebagai rutinitas sehari-hari mungkin dapat membantu mencegah nyeri haid. Bila langkah-langkah tersebut tidak membantu, sebaiknya hubungi dokter.

Bila gejala memburuk atau kram perut terjadi di waktu selain sebelum dan saat periode menstruasi, nyerinya amat menyiksa, atau disertai gejala lainnya yang tidak biasa, sebaiknya periksalah ke dokter. Sebab, mungkin itu menandakan kondisi kesehatan yang lebih serius dan butuh penanganan medis.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *