AsliDomino – Angka penyakit tidak menular semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah stroke.

Seseorang bisa terkena stroke akibat suplai darah ke otak berkurang akibat adanya penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau karena pembuluh darah pecah (stroke hemoragik). Penderitanya dapat mengalami kelumpuhan hingga kematian.

Meski termasuk penyakit mematikan, stroke sebenarnya bisa dicegah. Di antaranya dengan menghindari atau membatasi konsumsi jenis makanan yang bisa menyebabkan stroke. Apa saja makanan yang dimaksud?

1. Makanan yang mengandung lemak jahat

Jenis lemak jahat yang terkandung dalam makanan terdiri dari lemak trans dan lemak jenuh. Keduanya bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL).

Melansir AGEN POKER ONLINE TERBAIK , lemak trans biasanya digunakan pada pangan kemasan untuk meningkatkan umur simpan. Selain bisa meningkatkan risiko stroke, lemak trans juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe
2. Makanan asin

Dalam sebuah laporan yang dimuat disebutkan pentingnya peran natrium (komponen utama pada garam) terhadap keseimbangan cairan tubuh. Berlebihan asupan garam telah dihubungkan dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular (stroke dan penyakit jantung).

Mengutip garam meja mengandung sekitar 40 persen natrium. Asupan natrium berdasarkan rekomendasi AHA tidak melebihi 2.300 miligram per hari, yaitu setara dengan 1 sendok teh garam.

3. Makanan dan minuman manis

Masih jarang yang menyadari, konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan tak hanya dapat menyebabkan diabetes, tapi juga meningkatkan risiko stroke.

4. Daging merah

Walaupun rasanya enak, ada baiknya hindari mengonsumsi daging merah terlalu sering. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal Stroke tahun 2012, terbukti bahwa konsumsi daging merah, baik segar maupun olahan, berhubungan dengan peningkatan risiko stroke total dan stroke iskemik.

Sebaliknya, mengonsumsi sumber protein selain daging merah bisa menurunkan risiko stroke. Kesimpulan ini diperoleh lewat hasil studi yang dimuat dalam jurnal Stroke tahun 2011.

5. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji, dikenal pula dengan istilah junk food atau fast food, termasuk di dalamnya piza, ayam goreng atau ikan goreng tepung, burger, kentang goreng, juga minuman bersoda ini memang digemari banyak orang.

Namun, makanan cepat saji diketahui tinggi akan kalori, natrium atau garam, juga gula. Mengutip laman AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA, jenis makanan tersebut, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Heart & Stroke Foundation Centre for Stroke Recovery, bisa meningkatkan risiko stroke pada usia muda.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *