AsliDomino – Ketika menstruasi atau haid, perempuan biasanya menggunakan pembalut atau tampon, atau kadang keduanya bila darah haid sedang banyak-banyaknya. Semakin ke sini, semakin banyak perempuan yang melirik menstrual cup, terutama karena alasan ramah lingkungan, karena bisa dipakai berulang kali.

Walaupun menstrual cup bisa menampung lebih banyak darah haid serta lebih ramah lingkungan ketimbang metode lainnya, seperti pembalut atau tampon, tetapi masih banyak yang ragu, khawatir, atau takut menggunakannya. Bahkan, ada yang bilang kalau produk ini berbahaya. Benarkah demikian? Yuk, simak fakta menstrual cup di bawah ini!

1. Memahami risiko menstrual cup

Benarkah Menstrual Cup Berbahaya? Simak 7 Fakta Pentingnya

Pertama, kita harus memahami apa saja risiko dari menstrual cup, salah satunya adalah iritasi pada vagina. Untungnya, ini bisa dicegah.

Iritasi bisa terjadi ketika kamu memasukkan menstrual cup tanpa pelumasan yang cukup. Dalam banyak kasus, mengoleskan sedikit pelumas berbahan air di bagian luar produk bisa membantu mencegah iritasi.

Selain itu, iritasi juga bisa terjadi bila menstrual cup yang dipakai ukurannya tidak pas atau tidak dibersihkan dengan benar di antara penggunaan, mengutip Healthline.

2. Yang harus dilakukan ketika mengalami infeksi

Benarkah Menstrual Cup Berbahaya? Simak 7 Fakta Pentingnya

Beberapa penelitian yang disertakan menunjukkan bahwa menstrual cup kecil kemungkinannya untuk menimbulkan infeksi dibanding tampon atau pembalut.

Meski demikian, tetap ada sedikit risiko infeksi saat menggunakan menstrual cup, yang meningkat jika seseorang tidak menjaga kebersihan produknya.

3. Apa saja keuntungan menstrual cup

Benarkah Menstrual Cup Berbahaya? Simak 7 Fakta Pentingnya

Ada beberapa keuntungan dari menggunakan menstrual cup, yakni:

  • Keamanan: menstrual cup biasanya aman selama kita menjaga kebersihan dengan diri dan menstrual cup dengan benar.
  • Biaya: menstrual cup bisa lebih hemat biaya karena bisa dipakai ulang, beda dengan tampon atau pembalut yang mesti terus dibeli karena cuma bisa sekali pakai.
  • Sustainability: menstrual cup yang dirancang untuk digunakan kembali mengurangi jumlah pembalut atau tampon di tempat pembuangan sampah.
  • Mudah digunakan: walaupun pembalut dan tampon lebih mudah digunakan, tetapi kalau kita tahu cara pakai menstrual cup dengan benar, penggunaannya pun tak kalah mudah.
  • Volumeyang cukup untuk menampung darah: salah satu keunggulan menstrual cup adalah dapat menampung darah haid dengan volume yang besar. Meski begitu, menstrual cup perlu diganti secara rutin, setidaknya tiap 12 jam.

4. Cara menggunakan menstrual cup yang aman

Benarkah Menstrual Cup Berbahaya? Simak 7 Fakta Pentingnya

Cara melepas menstrual cup:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air
  • Masukkan jari dengan hati-hati ke dalam vagina dan tarik perlahan batang menstrual cup
  • Saat sudah dapat dijangkau, cubit untuk membuka segelnya. Keluarkan menstrual cup dan kosongkan isinya ke toilet atau wastafel
  • Sterilkan menstrual cup sebelum penggunaan selanjutnya dan simpan di dalam wadah bersih

Hindari berbagi saling meminjamkan menstrual cup dengan orang lain.

5. Hindari menggunakan menstrual cup bila kamu memiliki kondisi ini

Benarkah Menstrual Cup Berbahaya? Simak 7 Fakta Pentingnya

Sayangnya, beberapa perempuan tidak disarankan untuk menggunakan menstrual cup, dan baiknya konsultasikan dulu penggunaannya ke dokter bila memiliki kondisi:

  • Vaginismus: ini dapat menyebabkan rasa sakit saat memasukkan sesuatu ke vagina atau penetrasi
  • Fibroid rahim: dapat menyebabkan aliran darah haid yang deras dan nyeri panggul
  • Endometriosis: bisa menyebabkan rasa sakit saat menstruasi dan penetrasi
  • Variasi posisi rahim: yang bisa memengaruhi penempatan menstrual cup di dalam vagina

Memiliki satu atau lebih kondisi di atas tidak berarti tak bisa menggunakan menstrual cup, melainkan lebih pada ketidaknyamanan saat memakainya. Maka dari itu, baiknya konsultasikan ke dokter terlebih dulu.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *