AsliDomino – Meskipun kebanyakan orang sering mengasosiasikan bicara kepada diri sendiri atau self-talk dengan masalah kesehatan mental, tetapi para ahli cenderung beranggapan bahwa itu adalah hal yang normal.

Berbicara kepada diri sendiri rupanya adalah fenomena yang sering terjadi pada manusia di segala usia. Bahkan, beberapa bukti ilmiah mengungkapkan jika itu dapat mendatangkan manfaat dalam keadaan tertentu.

Simak ulasan mengenai self-talk di bawah ini untuk memahami isu ini, khususnya dari sudut pandang kesehatan.

1. Penelitian mendefinisikannya sebagai keyakinan internal

Sudah sejak lama isu mengenai self-talk menarik perhatian ahli untuk dikaji dan diteliti lebih dalam. Untuk mengetahui alasan dan tujuan di balik fenomena ini, para ahli memulai penelitian pada sekitar tahun 1880-an.

2. Berbicara kepada diri sendiri mungkin memiliki beberapa manfaat

Ketika melakukan tugas dengan ragam instruksi di dalamnya, berbicara pada diri sendiri dapat meningkatkan kontrol atas kinerja dan konsentrasi, serta keterampilan pemecahan masalah.

3. Kategori bicara kepada diri sendiri

Melansir Medical News Today, terdapat tiga kategori utama self-talk berdasarkan nada suara yang dihasilkan, yakni:

  • Self-talk yang positif, berupa dorongan dan penguatan keyakinan positif. Melalui pembicaraan diri yang positif dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi, serta mengurangi kecemasan.
  • Self-talk yang negatif, biasanya melibatkan dialog dengan diri sendiri yang dapat mematahkan potensi diri dan  mengecilkan hati.
  • Self-talk yang netral, seseorang mungkin menggunakannya untuk memberi instruksi kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu.
4. Beberapa alasan mengapa seseorang bicara kepada diri sendiri

Alasan mengapa seseorang dapat mengembangkan self-talk di antaranya adalah:AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

  • Mengurangi kecemasan: studi dalam Journal of Personality and Social Psychology tahun 2014 menunjukkan bahwa orang dengan kecemasan (termasuk yang mengalami kecemasan sosial), dapat memperoleh manfaat saat melakukan pembicaraan dengan diri sendiri. Self-talk juga dapat mengurangi kecemasan setelah mengalami kejadian yang membuat stres.
  • Membantu dan mengatur emosi: jika seseorang berbicara kepada diri mereka sendiri mengenai perasaan gugup atau marah, hal ini dapat membantu orang tersebut mengarahkan fokus pada manajemen kegelisahan atau kemarahan, mengendalikan emosi, serta memikirkan cara menanggapi perasaan yang berkecamuk pada saat kejadian.
5. Waspada jika self-talk sudah mengganggu ritme kehidupan secara signifikan

Ada tips sederhana yang dapat diterapkan untuk mengurangi perilaku self-talk, apalagi jika kasusnya sudah mengganggu.

Tips pertama yakni menuliskan pola self-talk dalam catatan khusus untuk membantu mengalihkan perhatian, mengatur proses berpikir, serta memanajemen stres dan kecemasan.

Tips kedua adalah menyimpan catatan tersebut untuk nantinya dapat membantu individu yang bersangkutan mengidentifikasi situasi sehari-hari. Situasi tersebut tentunya yang menyebabkan perilaku self-talk dan menjadi lebih sadar mengenai faktor pemicunya.

Meskipun berbicara kepada diri sendiri terkesan normal dan wajar, perlu diingat bahwa self-talk yang bersifat destruktif harus segera mendapatkan intervensi medis untuk selanjutnya dapat mengikuti prosedur diagnosis, pengobatan, dan perawatan yang tepat.AGEN POKER ONLINE TERBAIK

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *